Ia bernama Kinan!

Kinan si mata rembulan.

langit hari ini abu-abu. Awan mendung kian menjadi, dan kopi yang kuseduh terlalu manis. Manis dengan rasa yang semakin tak karuan dalam mulut. 

Dan tak biasanya kunikmati kasur berlarut-larut, hingga seharian penuh. Memeluk bantal yang  beraroma enggap, selimut yang sudah kecut, juga layar gawai yang sedari tadi masih menyala, menantapku dengan bosan.

Aku menghela nafas sejenak, menengok kembali pada bingkai jendela. 

Sial.

Hujan deras  kembali turun. Rintik airnya ramai-ramai menghujam bumi, membasahi apa saja yang menimpanya. Tak terkecuali atap rumah di atasku, ia mulai bergemericik dan berisik, seolah menabuh genderang menyambut hujan datang.

Lagi, Kinan si mata rembulan itu rupa-rupanya masih membayangi!


Sumber : Pixabay



-----------------------||------------------------




Comments

  1. Ahay .... Puisimu nyastra banget, ananda Supriyadi. Keren...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, niatnya ga bikin puisi loh bu. Hehe. Terimakasih selamat malam Bu Nur

      Delete
  2. wah manis betul kata katanya mas supriyadi hehe...andaikan si dia yang memiliki mata rembulan membacanya pastilah senyum senyum...semoga segera bertemu dengannya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha mbak Mbul lucu banget. Semoga ya mbak.. Salam. Eh, ini blog baru? Oke deh saya otw

      Delete
  3. Kalo gerimis dan hujan memang rasanya jadi syahdu ya mas.πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ini, kok tau mas Agus. Hehe terimaksih mas Agus, bentar aku masih ngumpulin nyali buat lanjutin baca cerpen horornya mas Agus

      Delete
    2. Ah masa sih ceritanya horor banget?

      Lebih horor mana sama ketemu mantan jalan sama gandengan baru mas.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  4. Akhirnya nulis puisi lagi, keren kak

    ReplyDelete
  5. Salam kenal sebelumnya.. ehh udah kenal belum sih kita.. wkwk

    Wihhh di kamar rebahan berlarut2 dan hujan mengguyur itu My Dream banget. Entah kenapa kesempatan ini belum datang2. Hujannya masih enggan buat turun setiap hari. Haha 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bayu, salam kenal. Kita belum kenalan ya πŸ˜„ . Iya nih, di sini mulai hujan. Air mengenang dimana-mana. Basah.

      Tapi kasur masih jadi primadona nih.
      Salam kenal πŸ˜„

      Delete
  6. Replies
    1. Iya, Kinan seorang gadis. Cantik, manis. Matanya yang sayu, senyumnya membius siapa saja yang menatap. Iya, dia Kinanku.

      *eh kok jadi sotoy

      Delete
    2. Matanya sayu, SAYU SAYang Uang dong..hihihi

      Delete
  7. Ya ampun, who is Kinan? Tapi, nama ini bagus.

    Aku merasa jadi aku di situ, apalagi saat menengok jendela. Uuh... dapet dan ngena sekali. Aku mana bisa nulis puisi kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Einid gitu ah, jadinya kan aku malu. hehe.. masih keren'an kak Einid. Memang, kalau lagi hujan memang membuat suasananya jadi gimana gitu.

      Delete

  8. Wooww sebuah Puisi apa Syair noh...Pokoknya menarik deh mas Sup....Membayangkan kesyahduan dalam kerinduan kepada seorang gadis bernama Kinan.😊😊


    Oohh Kau Kinan si anak asuhan rembulan.

    Meski kau lahir dan besar dijalan bisik lembut hatimu selalu membawa kesyahduan untuk jiwa ini...

    Ciiieee Haaahaaaaa! 🀣🀣🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah wah, Mas Satria jago juga buat puisinya. Btw, kadang saya ngalir nulis beginian mas. Banyak, dan dari pada ga ketampung mending saya masukan blog aja deh.

      Delete
  9. Rain and soil combination's smell is always great and i lover it very much. But this year heavy Rain and floods made huge disasters here. Rose picture you shared is beautiful. My favourite rose is red rose. Happy day.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I'm sorry to hear that. May God always bless you my friend. yes rain and soil is a perfect match.

      Delete
  10. hujan dan kinan

    sebuah harmonisasi yang pas

    #sambil ngeliat mawar kuning xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya mbak Mbul, jadinya baper ya ngeliatin mawarnya. Saya juga gitu. hehe salam sehat mbak

      Delete
  11. wahhhh bagusnya.... bolehlah nanti terbitkan buku puisi sendiri ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm terimakasih kak, semoga ya. Mau menulis yang baik dan banyak dulu, terimakasih kak

      Delete
  12. Coba sambil makan mie telur lebih kerasa feelnya saat hujan

    ReplyDelete

Post a Comment

terimakasih telah membaca tulisan ini, saya sangat senang bila anda berkenan meninggalkan jejak. salam

yang lain dari getah damar